Kamis, 22 November 2012

motivasi hidup

Mengalahkan ego dalam diri sendiri Kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain. Namun, kemenangan atas diri sendiri. Berpacu di jalur keberhasilan diri adalah pertandingan untuk mengalahkan rasa ketakutan, keengganan, keangkuhan, dan semua beban yang menambat diri di tempat start.Jerih payah untuk mengalahkan orang lain sama sekali tak berguna. Motivasi tak semestinya lahir dari rasa iri, dengki atau dendam. Keberhasilan sejati memberikan kebahagiaan yang sejati, yang tak mungkin diraih lewat niat yang ternoda.Pelari yang berlari untuk mengalahkan pelari yang lain, akan tertinggal karena sibuk mengintip laju lawan-lawannya. Pelari yang berlari untuk memecahkan recordnya sendiri tak peduli apakah pelari lain akan menyusulnya atau tidak. Tak peduli dimana dan siapa lawan-lawannya. Ia mencurahkan seluruh perhatian demi perbaikan catatannya sendiri.Ia bertading dengan dirinya sendiri, bukan melawan orang lain. Karenanya, ia tak perlu bermain curang. Keinginan untuk mengalahkan orang lain adalah awal dari kekalahan diri sendiri.

Rabu, 21 November 2012

kisah nyata

Kisah Menakjubkan Istri Shalihah yang DimaduFeb*8* Dahulu di Baghdad ada seorang laki-laki penjual kain yang kaya. Tatkala dia sedang berada di tokonya, datanglah seorang gadis muda mencari-cari sesuatu yang hendak dibeli. Ketika sedang berbicara, tiba-tiba gadis itu menyingkap wajahnya di sela-sela perbincangan tersebut sehingga laki-laki terrebut terkesima dan berkata, “Demi Allah, aku terpana dengan apa yang kulihat.” Gadis itupun berkata, “Kedatanganku bukan untuk membeli apapun. Selama beberapa hari ini aku keluar masuk pasar untuk mencari seorang pria yang menarik hatiku dan bersedia menikah denganku. Dan engkau telah membuatku tertarik. Aku memiliki harta. Apakah engkau mau menikah denganku?” Laki-laki itu berkata, “Aku telah menikahi sepupuku, dialah istriku. Aku telah berjanji kepadanya untuk tidak membuatnya cemburu dan aku juga telah mempunyai seorang anak darinya.” Wanita itu mengatakan, “Aku rela jika engkau hanya mendatangiku dua kali dalam seminggu.” Akhirnya laki-laki itupun setuju lalu bangkit bersamanya. Akad nikah pun dilakukan. Kemudian dia pergi menuju rumah gadis tersebut dan berhubungan dengannya. Setelah itu, si pedagang kain pulang ke rumahnya lalu berkata kepada istrinya, “Ada teman yang memintaku tinggal semalam di rumahnya.” Dia pun pergi dan bermalam bersama istri barunya. Setiap hari setelah zhuhur dia mengunjungi istri barunya. Hal ini berlangsung selama delapan bulan, hingga akhirnya istrinya yang pertama mulai merasa aneh dengan keadaannya. Dia berkata kepada pembantunya, “Jika suamiku keluar, perhatikanlah ke mana dia pergi.” Si pembantu pun membuntuti suami majikannya pergi ke toko, namun ketika tiba waktu zhuhur dia pergi lagi. Si pembantu terus membuntuti tanpa diketahui hingga tibalah suami majikannya itu di rumah istri yang baru. Pembantu itu mendatangi tetangga-tetangga sekitar dan bertanya, “Rumah siapakah ini?” Mereka menjawab, “Rumah milik seorang wanita yang telah menikah dengan seorang penjual kain.” Pembantu itu segera pulang menemui majikannya lalu menceritakan hal tersebut. Majikannya berpesan, “Hati-hati, jangan sampai ada seorang pun yang lain mengetahui hal ini.” Dan istri lama si pedagang kain juga tetap bersikap seperti biasa terhadap suaminya. Si pedagang kain menjalani kehidupan bersama istrinya yang baru selama satu tahun. Lalu dia jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia dengan meninggalkan warisan sebanyak delapan ribu dinar. Maka istri yang pertama membagi harta warisan yang berhak diterima oleh putranya, yaitu tujuh ribu dinar. Sementara sisanya yang berjumlah seribu dinar ia bagi menjadi dua. Satu bagian ia letakkan di dalam kantong, kemudian ia berkata kepada pembantunya, “Ambillah kantong ini dan pergilah ke rumah wanita itu. Beritahukan kepadanya bahwa suaminya telah meninggal dengan mewariskan uang sebesar delapan rib dinar. Putranya telah mengambil tujuh ribu dinar yang menjadi haknya, dan sisanya seribu dinar aku bagi denganmu, masing-masing memperoleh setengah. Inilah bagian untukmu. Dan sampaikan salamku juga untuknya.” Si pembantu pun pergi ke rumah istri kedua si pedagang kain, kemudian mengetuk pintu. Setelah masuk, disampaikannyalah berita tentang kematian si pedagang kain, dan pesan dari istri pertamanya. Wanita itupun menangis, lalu membuka kotak miliknya dan mengeluarkan secarik kertas seraya berkata kepada si pembantu, “Kembalilah kepada majikanmu dan sampaikan salamku untuknya. Beritahukan kepadanya bahwa suaminya telah menceraikanku dan telah menulis surat cerai untukku. Maka kembalikanlah harta ini kepadanya karena sesungguhnya aku tidak berhak mendapatkan harta warisannya sedikitpun.” (Shifatus Shofwah, 2/532) Subhanallah……. Dinukil dari: Majalah Akhwat Shalihah vol. 16/1433 H/2012, dalam artikel “Mutiara Berkilau para Wanita Shalihah” oleh Syaikh Abdul Malik bin Muhammad al-Qasim hafizhahullah, hal. 68-69. Mohon tinggalkan komentar

Selasa, 20 November 2012

menjaga keharmonisan dengan lawan jenis (pacar maupun pasangan hidup)

Di jaman sekarang hubundgan sangat sulit dpertahankan. Suami istri maupun hubungan pacar. Kiat rahasia menjaga keharmonisan hubungan dengan lawan jenis akan saya ungkap disini. Terutama hubungan dengan pacar ka salauya juga masih belum menikah. Namun jika ditinjau dari segi luar hubungan intim suami istri mungkin ini dapat membantu keharmonisan hubungan anda bagi yang sudah menikah..inilah selengkapnya. 1. Bagi masing-masing individu hendaklah memulai hubungan dengan dasar cinta. Cinta tidak berarti uang. Fisik. Maupun hal2 yang seperti itu.. Tp cinta yang anda akan merasakan jika tanpa dia anda gelisah. Jika tanpa dia anda berfikir tentang keberadaanya saat itu dan anda mudah mengalahkan gengsi untuk sekedar minta maaf jika anda merasa bersalah.. Hal ini sepele. Namun ego seseorang khususnya laki2. Minta maaf akan terasa begitu berat walaupun anda sendiri tahu anda bersalah. 2. Bagi sebagian individu yang mempunyai sifat protektif. Anda jangan sekali2 merasa bersalah akan adanya sifat itu yang mungkin pasangan anda merasa tidak nyaman dengan sifat anda itu. Protektif yang bertanggung jawab artinya protektif yang menjurus ke perlakuan pasangan anda untuk lebih baik itu sangatlah bermanfaat untuk hubungan anda.. Salah jika protektif itu hanya menjurus ke rasa cemburu yang berlebihan hingga pasangan anda merasa benar2 tidak nyaman atas segala aturan2 anda yang terlalu tidak wajar. Dari hal itu anda bisa menilai seprotektif ap amda dan baik ap buruk sifat protektif anda.. 3. Dari hal no 1 tadi. Tentang cinta.. Tanamkan prinsip hukum karma dalam otak anda.. Seperti jika anda mulai berhubungan dengan wanita atau pria lain.. Bayangkan bagaimana jika pasangan anda melakukan hal itu kepada anda.. Saya yakin anda akan urungkan niat anda untuk lebih jauh berhubungan dengan orang lain.. 4. Dekatkan diri anda dengan keluarga pasangan anda dan begitupun sebaliknya.. Hal itu akan menjadi beban berat jika anda akan berkhianat dengan pasangan anda.. Demikian lah kiat saya dalam nerhubungan. Semoga bermanfaat untuk anda. Amin